Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee
PIHAK PERTAMA wajib menyediakan dana komitmen sebesar [Jumlah pinjaman] paling lambat [tanggal] setelah menerima commitment fee dan dokumen persyaratan kredit yang lengkap.
Segala perselisihan diselesaikan secara musyawarah, dan jika tidak tercapai, melalui Pengadilan Negeri [Kota].
Demikian perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa paksaan, serta ditandatangani di [Tempat].
| PIHAK KEDUA | PIHAK PERTAMA | |---|---| | (Materai Rp10.000) | (Materai Rp10.000) | | _________________ | _________________ | | [Nama Terang] | [Nama Terang] | | Jabatan | Jabatan |
Note: This is a template. Please consult a notary or legal professional to ensure compliance with Indonesian contract law (KUH Perdata) and to fit your specific transaction.
Surat Perjanjian Komitmen Fee (Commitment Fee Agreement) is a legally binding document used in Indonesia to guarantee payment to a third party—usually a mediator or broker—for their role in facilitating a business transaction.
A thorough review of common templates and legal practices reveals the following essential components: 1. Key Structural Elements A standard agreement typically includes: Identitas Para Pihak (Party Identity):
Full names, ID numbers (NIK), job titles, and addresses of the First Party (payer) and Second Party (recipient/mediator). Objek Perjanjian (Agreement Object):
A clear description of the specific project or transaction (e.g., "Pembangunan Proyek Wood Pellet"). Besaran Fee (Fee Amount):
Usually expressed as a percentage of the total contract value (e.g., 5% or 7.5%) or a fixed nominal amount. Mekanisme Pembayaran (Payment Mechanism):
Defines when the fee is paid—typically after the First Party receives a Down Payment or milestone payment from the client. Masa Berlaku (Validity Period):
The commitment usually lasts as long as the main contract or Memorandum of Understanding (MoU) is active. 2. Deep Review & Practical Tips Legal Standing: contoh surat perjanjian commitment fee
In Indonesia, for a commitment fee agreement to be considered strong in court, it should be signed over a
(legal stamp). For high-value transactions, having the document notarized adds significant legal weight. Clarity on "Success":
The "Success Fee" clause must explicitly define what constitutes a "successful" transaction to avoid disputes over whether the mediator's job is complete. Formatting Matters: When creating this document in software like MS Word, use A4 portrait orientation with standard margins. Use the to align colons for a professional, readable layout. 3. Common Variations Templates often differ based on the industry: Mediator Proyek: For construction or government tenders. Jual Beli Tanah: Focused on property transactions. Fee Marketing: Standard for sales-based referrals. template draft
for a particular type of transaction, such as real estate or a construction project? Surat Perjanjian Komitmen Fee1 | PDF - Scribd
Berikut adalah contoh surat perjanjian Commitment Fee (Biaya Komitmen) dalam bahasa Indonesia. Surat ini umum digunakan dalam konteks pendanaan, pinjaman, atau kerja sama investasi di mana satu pihak menyediakan fasilitas kredit atau modal, dan pihak lain membayar biaya sebagai imbalan atas kesiapan dana tersebut.
PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Nomor: [001/CF/XX/2024]
Pada hari ini, [Hari], tanggal [Tanggal], tahun [Tahun], kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. PIHAK PEMBERI KOMITMEN (Kreditur / Pemberi Dana)
Nama : [Nama Lengkap / Perusahaan Pemberi Dana]
Jabatan : [Jabatan, jika perusahaan]
Alamat : [Alamat Lengkap]
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
2. PIHAK PENERIMA KOMITMEN (Debitur / Pemohon Dana)
Nama : [Nama Lengkap / Perusahaan Pemohon Dana]
Jabatan : [Jabatan, jika perusahaan]
Alamat : [Alamat Lengkap]
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Para pihak menyatakan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
Dengan ini para pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan ketentuan sebagai berikut. Demikian perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa
Pasal 1 – Besaran dan Cara Pembayaran Commitment Fee
Pasal 2 – Jangka Waktu Komitmen
Pasal 3 – Hak dan Kewajiban
Pasal 4 – Force Majeure
Para pihak tidak dapat dituntut apabila terjadi keterlambatan atau kegagalan pemenuhan kewajiban akibat keadaan di luar kemampuan (force majeure) seperti bencana alam, perang, kebakaran, atau perubahan kebijakan pemerintah yang signifikan.
Pasal 5 – Penyelesaian Sengketa
Segala perselisihan yang timbul dari perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah. Jika tidak tercapai kesepakatan, para pihak memilih domisili hukum tetap di Pengadilan Negeri [Kota].
Pasal 6 – Lain-lain
Demikian perjanjian ini dibuat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun.
[Tempat, Tanggal]
PIHAK PERTAMA
(Pemberi Komitmen)
[Materai 10.000]
(_____________________)
[Nama Jelas & Tanda Tangan]
PIHAK KEDUA
(Penerima Komitmen)
[Materai 10.000]
(_____________________)
[Nama Jelas & Tanda Tangan]
Dalam dunia pendanaan dan perbankan, istilah Commitment Fee (atau biaya komitmen) sering kali menjadi elemen krusial yang menentukan keseriusan seorang debitur. Bagi kreditur, biaya ini adalah kompensasi atas dana yang telah disiapkan namun belum ditarik oleh debitur. Bagi debitur, surat perjanjian commitment fee adalah bukti komitmen bahwa mereka akan menggunakan fasilitas kredit tersebut.
Tanpa dokumen yang sah, sengketa sering terjadi ketika debitur batal menarik dana atau kreditur mengingkari janji pencairan. Artikel ini akan membahas secara komprehensif contoh surat perjanjian commitment fee, komponen wajib di dalamnya, serta aspek hukum yang melandasinya.
When creating a Surat Perjanjian Commitment Fee, users must pay attention to the following pitfalls:
Sebelum melihat contohnya, pastikan surat Anda memuat:
Tidak semua commitment fee memerlukan perjanjian terpisah. Anda cukup membuat perjanjian berdiri sendiri (seperti contoh di atas) jika:
Jika commitment fee hanya klausul kecil dalam perjanjian kredit, maka cukup dimasukkan sebagai satu pasal di dalam Perjanjian Kredit utama. Note: This is a template