Diajarin Ngewe Sama Tante Ada Percakapannya - Indo18 -
The phrase “Diajarin sama Tante” (literally, “taught by my aunt”) has become a viral hashtag on TikTok, Instagram Reels, and Twitter threads in early 2024. It started as a short video where a 22‑year‑old content creator, Rizky “Riz” Pratama, asked his 58‑year‑old aunt, Siti “Tante Siti” Hartono, to explain everyday Indonesian habits that the younger generation now takes for granted.
The clip quickly racked up 2.3 M views on TikTok and sparked a wave of “Tante‑talk” videos across the country, prompting INDO18 to dive deeper into the story.
Tentu tidak semua pihak menerima fenomena ini dengan tangan terbuka. Kritik utama datang dari kelompok konservatif yang menganggap bahwa konten dengan frasa "Diajarin sama Tante" mengandung muatan eksploitasi terhadap figur otoritas perempuan. Sementara itu, pendukungnya berargumen bahwa ini adalah bentuk ekspresi orang dewasa yang legal dan konsensual, serta justru mempromosikan komunikasi sehat dalam relasi dewasa.
Sosok Tante sering diasosiasikan dengan kepedulian, perhatian, dan kehangatan. Dalam konten ini, audiens tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga merasa "diamankan" dan "dibimbing". Ini menciptakan pengalaman psikologis yang unik: exciting yet safe. Diajarin Ngewe sama Tante Ada Percakapannya - INDO18
Tante: "Kamu lagi galau karena doi gak bales chat, ya?"
(Penonton di rumah mengangguk)
Tante: "Tante kasih tau rahasia. Cowok kalau lagi main game Mobile Legends, tuh, gak akan liat chat siapa pun. Bukan karena gak sayang. Jadi jangan lebay, sayang." The clip quickly racked up 2
Dialog sederhana seperti ini meraup jutaan engagement karena terasa sangat nyata.
Ke depannya, format "Diajarin sama Tante Ada Percakapannya" diprediksi akan berevolusi menjadi:
INDO18 sebagai platform akan terus menjadi katalis, karena mereka memahami satu hal mendasar: Orang Indonesia rindu pada sosok yang mendengarkan, bukan hanya memberi perintah. Tentu tidak semua pihak menerima fenomena ini dengan
Tentu, sebagai bagian dari genre INDO18, konten ini tidak luput dari kritik. Beberapa pihak khawatir bahwa persona "Tante" bisa mengaburkan batasan antara bimbingan yang sehat dan intervensi yang tidak pantas, terutama jika topik menyangkut ranah privat yang sangat dewasa.
Namun, para kreator konten terkemuka di INDO18 biasanya menekankan etika percakapan. Mereka memasarkan diri dengan tagline seperti: "Diajarin boleh, digurui jangan. Tante cuma kasih perspektif, kamu yang pegang kendali."
Penting bagi penonton untuk tetap menyaring informasi. Tidak semua "nasihat Tante" bersifat mutlak, karena setiap individu memiliki konteks kehidupan yang berbeda.
“Diajarin sama Tante” is more than a viral hashtag; it’s a cultural checkpoint reminding us that Indonesia’s rapid digital transformation does not have to erase its roots. The conversation shows that: