Lirik Dan Chord Iwan Ernawan Batan Nganggur -
In the landscape of Indonesian pop music, particularly from the Bali region, Iwan Ernawan has carved a niche for himself by blending relatable, everyday struggles with catchy melodies. One of his most iconic tracks, "Batan Nganggur" (which roughly translates from Balinese to "Don't Be Unemployed" or "Better Than Being Idle"), is more than just a song—it is a working-class manifesto wrapped in a comedic, yet heartfelt, package.
The song is in Ngoko Javanese (informal level). Key verses:
| Javanese | English Translation | |----------|---------------------| | Batan nganggur, luwih apik ngamen | Rather than being unemployed, it's better to busk | | Ngeloni ati, golek dhuwit sithik | To soothe the heart, looking for a little money | | Wis ping pira ngirim lamaran | How many times have I sent job applications? | | Sing wangsuli mung angin | Only the wind answers back |
Themes: Desperation, dignity in informal work, bureaucratic failure, resilience.
Matahari sudah bersinar terik, menembus celah-celah dinding bilik kos sewaan di pinggiran kota. Jarum jam dinding menunjuk pukul sepuluh pagi, namun bagi Jajang, hari masih terasa seperti tengah malam yang panjang.
Tubuhnya terbaring lemas di atas sofa tua yang empuk. Posisinya tidak berubah sejak semalam, seolah-olah ia sedang melakukan meditasi mendalam untuk sebuah misi besar. Padahal, kenyataannya, ia sedang berusaha mengerjakan "ritual" harian: berdiam diri.
Di sebuah tangan, ada gitar akustik tua yang senarnya sudah mulai kusam. Jari-jarinya memetik nada-nada sendu, mencoba mencari inspirasi. Di kepalanya, alunan melodi "Batan Nganggur" Iwan Ernawan terus bergema, cocok sekali dengan soundtrack hidupnya saat ini.
"Heueun pisan weureuhna... teu niat cicing henteu niat indit..."
Jajang menghela napas panjang. Lirik itu menusuk tepat di jantung. Bener banget, pikirnya. Aku ini orangnya nggak jelas. Tidak niat diam, tapi juga nggak niat pergi. Ia ingin mencari kerja, tapi malasnya menumpuk seperti gunung. Ia ingin diam saja di kos, tapi hatinya gelisah memikirkan nasib.
"Teu aya gawe, teu aya duit... ari keuneun mah ngenang akhirat..."
Tepat ketika ia sedang asik menyanyikan chorus lagu tersebut dengan suara sumbang—sambil membayangkan dirinya menjadi penyanyi kondang yang sedang konser di depan ribuan pengangguran lainya—pintu kamar tiba-tiba dibanting keras.
Brak!
Muncullah wajah sang kenalan sekaligus pemilik kos, Bang Salman. Wajahnya merah padam, menahan amarah yang sudah mendidih sejak pagi.
"Jajang!" bentak Bang Salman, membuat Jajang hampar terjatuh dari sofa.
"Iya, Bang... ada apa?" tanya Jajang polos, sambil menurunkan gitarnya perlahan.
"Lho, tanya balik? Kamu ini pegawai negeri apa karyawan swasta, sih?" Bang Salman menatapnya tajam, menirukan lirik lagu yang barusan terdengar samar dari dalam kamar.
Jajang menggelagap. "Ini... ini lagi latihan band, Bang. Lagu Iwan Ernawan. Hits lho, Bang."
Bang Salman mendengus, tangan di pinggang. "Jangan manyun! Lagi pula, kamu nyanyinya pas bagian 'Sok sibuk pisan, dagang ngaco'. Emang kamu dagang apa? Dagang maling?!"
Jajang tertawa ceking, mencoba mencairkan suasana. "Ah, Bang Salman ini. Aku lagi dalam fase universe recharging, Bang."
"Recharging apa? Rekening kamu kosong, listrik kamu nunggak dua bulan, dan air mandi kamu aja pake meteran tetangga!" sergah Bang Salman tanpa ampun.
Lirik lagu kembali terngiang di kepala Jajang. "Duit balanja teu aya, ragrag na keneh hutang..." Lirik Dan Chord Iwan Ernawan Batan Nganggur
"Ya, Bang... sabar," kilah Jajang sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. "Itu namanya investasi kebahagiaan. Duit memang nggak ada, tapi jiwa dan raga ini tenang. Barokah, Bang."
Bang Salman menatap Jajang dengan ekspresi tidak percaya. Ia melihat ke sekeliling kamar yang berantakan, baju kusut di lantai, dan piring kotor di meja. "Tenang? Kamu bilang tenang? Lihatlah ini! Pacul na teu aya, bedeg na teu jual. Kamu tidak punya cangkul, tidak jualanything. Yang ada cuma dongeng na gede!"
Jajang terdiam sejenak. Ia menatap gitarnya, lalu menatap Bang Salman. Mungkin emang benar kata lagu itu. Ia sok sibuk, padahal kenyataannya hidupnya amburadul. Ia sok punya teori, padahal perut sering keroncongan.
"Bang," kata Jajang tiba-tiba dengan nada serius.
"Apa lagi? Mau minta uang muka?"
"Bukan. Aku cuma mau bilang... lagu ini emang jujur banget, Bang. Batan nganggur itu memang berat. Tapi selama masih ada kosa seperti ini, hidup terasa ringan."
Bang Salman menggeleng-geleng kepala, putus asa. Ia melempar selembar kertas tagihan ke meja. "Ya sudah, wahai 'Pahlawan Sofa'. Kalau kamu sudah selesai barokah dan recharging, tolong pelajari tagihan ini. Jangan cuma bisa nyanyi!"
Bang Salman keluar membanting pintu lagi, meninggalkan Jajang yang kembali terdiam di sofa.
Hening sejenak. Jajang menatap tagihan itu, lalu memandang gitarnya. Dengan pelan, ia kembali memetik senar gitarnya, menyanyikan bagian akhir lagu dengan penuh penghayatan yang berlebihan.
"Heueum... batan nganggur... batan nganggur..."
"Tapi Bang," batin Jajang dalam hati sambil tersenyum miring, "Minimal aku kaya Iwan Ernawan. Punya lagu abadi. Kalau Bang Salman? Cuma punya tagihan listrik doang."
Dan dengan semangat kepos-pasan yang tak terkalahkan, Jajang kembali merebahkan tubuhnya di sofa, melanjutkan "pekerjaan sucinya" sebagai penikmat hidup tanpa gaji.
-- Tamat --
Lirik dan Kunci Gitar (Chord) Dasar: Iwan Ernawan - Batan Nganggur
Berikut adalah chord dasar yang bisa Anda gunakan untuk memainkan lagu ini:
Intro: G - D - Em - C G - D - C - G
Verse 1: G D Heueum pisan weureuhna Em Bm Teu niat cicing henteu niat indit C G Teu aya gawe teu aya duit Am D Ari keuneun mah ngenang akhirat
Verse 2: G D Jalma gumanti carita Em Bm Teu niat dumuk henteu niat pindah C G Duit balanja teu aya nanaon Am D Ragrag na keneh aya nu hutang
Chorus: G D Pegawe negeri lain pagawe swasta Em Bm Teu aya naon beda na sarta C G Tuang tapi teu niat bayar Am D Teu aya naon beda na sarta
G D Dagang na ngaco sok sibuk pisan Em Bm Ari naon naon teu aya nu meunang C G Pacul na teu aya bedeg na teu jual Am D Ari dongeng na loba pisan In the landscape of Indonesian pop music, particularly
Outro: G - D - Em - C G - D - C - G Heueum... batan nganggur...
(Note: Chord ini adalah versi dasar/cover yang umum dinyanyikan. Penyanyi aslinya mungkin menggunakan nada atau kunci yang sedikit berbeda).
"Batan Nganggur," popularized by Irwan Ernawan (often written as Iwan Ernawan) and composed by Asep Darso
, is a classic Sundanese song that blends humor with a relatable social message about the struggles of unemployment and the hustle to make a living. 🎵 Lyrics & Meaning The song is written in
and uses a lighthearted, comedic tone (Banyolan) to describe the reality of someone trying to find their way without a formal job. Key Lyric Snippet: Batan nganggur mending cara batur Nu nyoba usaha dagang sora Goreng jeung alus nomer dua Anu pentingna mah urang nyoba Translation/Meaning:
Rather than staying idle (unemployed), it's better to be like others who try to do business by "selling their voice" (singing). Whether the voice is good or bad is secondary; what matters is the effort to try. 🎸 Chord Progression The song typically follows a standard structure, often played in the key of for a bright, upbeat feel. Suggested Chords (Standard Key of G): G - C - D - G (2x) (Batan nganggur...) (...mending cara batur) (Nu nyoba usaha...) (...dagang sora) (Mugi-mugi jalma...) (...baroseneun) (Ku loba lagu...) (...anu ngeunaheun) 💡 Social Themes Self-Reliance:
The lyrics emphasize "Bakat ku butuh" (Talent born out of necessity), suggesting that even if you aren't naturally gifted, you must work with what you have to survive. Critique of Job Markets:
It humorously mentions the difficulty of applying for office jobs where vacancies are rare or already filled by "insiders".
Despite the struggle, the song encourages a "just try it" attitude, making it a popular anthem for buskers and street performers in West Java. If you'd like, I can help you with: full translation of the Sundanese lyrics into Indonesian or English. Strumming patterns to help you play the song on guitar. recommendations from artists like Doel Sumbag Let me know which part of the song you'd like to explore further
Lirik Lagu "Batan Nganggur" - Irwan Ernawan - Banyolan Sunda
Review: "Lirik Dan Chord Iwan Ernawan Batan Nganggur" - A Musical Masterpiece
In the vast and diverse world of music, there are countless artists who strive to leave their mark and connect with their audience through their craft. Among them is Iwan Ernawan, a talented musician who has recently gained attention for his captivating song, "Batan Nganggur." This review aims to provide an in-depth analysis of the lyrics and chords of this remarkable piece, exploring its themes, musical composition, and the impact it has on listeners.
The Artist: Iwan Ernawan
Before diving into the song itself, it's essential to understand the artist behind the music. Iwan Ernawan is a musician known for his ability to weave complex emotions and stories into his songs. With a background in traditional music and a passion for innovation, Iwan Ernawan brings a unique sound that blends modernity with cultural heritage. His dedication to his craft and his audience is evident in every note he plays and every lyric he writes.
The Song: "Batan Nganggur"
"Batan Nganggur" is a standout track in Iwan Ernawan's discography, showcasing his exceptional skill in songwriting and composition. The title, which translates to a state of idleness or unemployment, hints at the themes of unemployment, struggle, and resilience that are woven throughout the song.
Jika Anda masih kesulitan dengan chord barre seperti F#m atau Bm (jika menggunakan nada dasar C), maka menggunakan kunci G di atas adalah pilihan paling tepat. Berikut beberapa tipsnya:
"Ada yang nyanggakeun sanaos ukur gombal" berarti "ada yang memperhatikan meski hanya rayuan palsu". Ini menggambarkan kebutuhan manusia akan pengakuan sosial.
Lirik dan chord Iwan Ernawan Batan Nganggur adalah perpaduan sempurna antara melodi sederhana dan pesan hidup yang kuat. Dengan mempelajari chord di atas (G, D, C), Anda sudah bisa membawakan lagu ini di acara santai atau sekadar untuk mengisi waktu. Yang terpenting, hayati maknanya: jadilah pribadi yang getol dan tekun, karena batan nganggur, leuwih alus gawe.
Selamat berlatih gitar dan semoga lagu ini memotivasi kita semua untuk tidak mudah menyerah! Lirik dan Kunci Gitar (Chord) Dasar: Iwan Ernawan
Apakah Anda ingin chord lagu Sunda lain dari Iwan Ernawan? Tulis di kolom komentar ya!
"Batan Nganggur" is a popular Sundanese pop song (Pop Sunda) performed by Iwan Ernawan
(often spelled Irwan Ernawan) . The song is known for its lighthearted, humorous take on the struggles of unemployment and the hustle of everyday life in West Java . Song Lyrics
The lyrics are written in Sundanese and follow a narrative of someone choosing to "sell their voice" (singing) rather than remain idle . Opening/Chorus:
Batan nganggur mending cara baturNu nyoba usaha dagang soraGoreng jeung alus nomer duaAnu pentingna mah urang nyoba Key Themes:
Perseverance: The singer expresses that it is better to try any honest work—like singing—even if the voice is mediocre, rather than doing nothing .
Economic Struggle: It touches on the difficulty of finding office jobs (ngalamar ka kantoran) and the lack of capital for starting a business .
Humor: Like many songs by Iwan Ernawan, it uses wit to describe life's hardships, often categorizing it as "Banyolan Sunda" (Sundanese comedy) . Guitar Chords (Estimated)
While formal sheet music for Pop Sunda is rarely published, the song typically follows a standard major key progression (often G Major or C Major) common in the genre. A basic acoustic arrangement usually uses: Intro: G - C - D - G Verse: G - C - D - G (repeated) Bridge/Chorus: C - D - G - Em - Am - D - G Cultural Impact
The song remains a staple in Sundanese entertainment, frequently covered in various styles including Koplo Bajidor and modern remixes . Its popularity stems from its relatability to the "grassroots" community, offering a blend of motivation and laughter for those facing economic uncertainty . Batan Nganggur - Irwan Ernawan | Musik Sunda Terpopuler
Berikut adalah cerita pendek (fanfiction) yang terinspirasi dari lagu "Batan Nganggur" karya Iwan Ernawan. Lagu ini terkenal dengan lirik yang humoris namun menggambarkan realitas pahitnya masa menganggur.
Lagu ini lebih dari sekadar hiburan. Iwan Ernawan menyelipkan kritik sosial yang halus namun tajam. Di era modern ini, banyak orang muda yang lebih memilih "nongkrong" tanpa kegiatan produktif. Pesan "batan nganggur" mengingatkan kita bahwa:
Lagu ini dimainkan dengan tempo sedang dan progresi chord yang sederhana, cocok untuk pemula. Gunakan Capo di fret ke-2 untuk memudahkan permainan atau langsung di nada dasar C.
Nada Dasar: C
[Intro]
C G/B Am Em F C Dm G
[Verse 1]
C G
Batan nganggur hate ku sia sia
Am Em
Batan bingung teu boga kakasih
F C
Sakit hate batan nganggur
Dm G
Asa teu puguh sasainyana
C G
Lamun boga kabogah mah
Am Em
Sanaos matak nyeri ati
F C
Asa aya nu nyanggakeun
Dm G
Sanaos ukur gombal nyai
[Reff]
C G
Batan nganggur, batan nganggur
Am Em
Batan teu boga pamanggih
F C
Sakit hate didarama
Dm G C
Tina cinta nu teu kahalang
[Verse 2]
C G
Tong dumeh geulis nyai
Am Em
Hideung bodas ogé bérés
F C
Nu penting aya nu ngajajap
Dm G
Teu ngantunkeun abdi nyalira
[Reff] (Ulangi dengan penuh penghayatan)
[Outro]
F G C
Batan nganggur... (he-eh)
F G C
Lebih baik sakit hati daripada nganggur...