| Langkah | Deskripsi | Tips Praktis |
|--------|------------|--------------|
| A. Pilih Lokasi yang Fleksibel | Ruang serbaguna (gymnasium, aula sekolah, atau lapangan beton) dengan tinggi plafon ≥ 3 m. | Pastikan lantai tidak licin; gunakan matras anti‑selip bila diperlukan. |
| B. Bawa Perlengkapan Ringan | - Net lipat (bisa dilipat menjadi 1,2 m x 0,6 m)
- 2 set bola karet (diameter 18 cm)
- Marking tape (warna kontras)
- 18 kaos berwarna berbeda | Semua barang dimasukkan dalam satu tas berukuran 60 × 40 × 20 cm untuk transportasi mudah. |
| C. Atur Penjadwalan | 90 menit per sesi: 10 menit pemanasan, 20 menit teknik dasar, 30 menit permainan kecil, 20 menit evaluasi + tanya‑jawab. | Gunakan timer digital dan beri jeda 5 menit antar‑aktivitas untuk hidrasi. |
| D. Siapkan Materi Pendukung | - Poster teknik footwork
- Video contoh (3‑5 menit)
- Kartu tantangan (challenge card) untuk memberi bonus poin. | Simpan semua file di cloud (Google Drive) sehingga dapat diakses tanpa koneksi internet lewat mode offline. |
| E. Sistem Registrasi & Pembayaran | Platform Indo‑18 Mobile: peserta mengisi form, mengunggah foto KTP, dan membayar via QR‑Code. | Berikan diskon 10 % untuk pendaftaran grup (≥ 5 orang). |
| F. Evaluasi & Sertifikasi | Setelah 8 sesi, lakukan tes kompetensi (3 menit servis, 3 menit rally). Peserta yang lolos mendapat Sertifikat Nyepong “Level 2 – Indo‑18 Portable”. | Sertifikat dicetak otomatis lewat aplikasi dan dapat di‑download dalam format PDF. |
| Aspek | Penilaian (1‑5) | Keterangan | |-------|----------------|------------| | Ukuran & Portabilitas | 5 | Berat hanya 820 g, dimensi 18 × 12 × 12 cm. Mudah masuk dalam tas ransel atau koper. | | Material | 4 | Terbuat dari plastik ABS BPA‑free + tutup stainless steel. Tahan panas hingga 200 °C, meski agak licin bila basah. | | Ergonomi | 4 | Pegangan anti‑selip, tombol kontrol yang cukup besar. Namun, tutupnya tidak memiliki kunci pengunci yang kuat sehingga harus hati‑hati saat transportasi. | | Kebersihan | 5 | Semua bagian (wadah, tutup, dan rak) dapat dilepas dan dicuci dengan mudah, bahkan aman untuk mesin pencuci piring. | | Langkah | Deskripsi | Tips Praktis |
Istilah nyepong berasal dari dialek Jawa Barat, yang mengacu pada cara menumis bahan makanan secara cepat dengan sedikit minyak, sehingga teksturnya tetap renyah dan rasa bahan tidak “hilang”. | Aspek | Penilaian (1‑5) | Keterangan |
Teknik ini populer di kalangan anak kota yang menginginkan makanan cepat, sehat, dan tidak berbau berminyak. Istilah nyepong berasal dari dialek Jawa Barat, yang
| Kriteria | Penilaian (1‑5) | Catatan | |----------|----------------|---------| | Pemanasan | 4 | Menggunakan elemen pemanas 150 W yang mencapai suhu 180 °C dalam ~5 menit. Tidak secepat kompor listrik, tapi cukup untuk nyepong. | | Distribusi Panas | 5 | Panas tersebar merata berkat alur aliran udara internal, sehingga nyepong matang secara konsisten tanpa bagian yang gosong. | | Pengaturan Waktu | 4 | Timer digital 0‑30 menit dengan alarm suara. Kadang ada jeda 1‑2 detik pada akhir hitungan, namun tidak mengganggu hasil akhir. | | Konsumsi Energi | 5 | Menggunakan listrik 110‑220 V, cocok untuk rumah, kos, atau perjalanan. Tagihan listrik bertambah sangat minim (≈ 0,2 kWh per batch). |