Cart 0

Tes Rorschach [ PC ORIGINAL ]

Tes Rorschach ditemukan oleh psikiater Swiss bernama Hermann Rorschach (1884–1922). Inspirasi awal datang dari dua hal:

Sayangnya, Rorschach meninggal muda pada usia 37 tahun, hanya satu tahun setelah menerbitkan bukunya Psychodiagnostik (1921). Ia tidak pernah menyaksikan bagaimana tesnya menyebar ke seluruh dunia.

Di Indonesia, Tes Rorschach mulai diperkenalkan pada era 1970-an melalui fakultas psikologi di Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Hingga kini, tes ini menjadi bagian dari mata kuliah "Psikodiagnostika" dan sering digunakan dalam rekrutmen di lembaga tertentu seperti TNI, Polri, dan maskapai penerbangan. tes rorschach

Tes Rorschach berlandaskan teori proyektif: ketika seseorang diminta memberi arti pada stimulus ambigu, jawaban mereka dipengaruhi oleh kebutuhan, konflik, emosi, dan pola kognitif internal. Respon dianalisis menurut beberapa dimensi, misalnya:

Despite updates, the Rorschach faces significant critiques: Tes Rorschach ditemukan oleh psikiater Swiss bernama Hermann

| Criticism | Explanation | |-----------|-------------| | Overpathologizing | Older CS norms labeled up to 15% of non-clinical individuals as psychologically disturbed (e.g., elevated Perceptual Thinking Index). R-PAS corrects this partially. | | Fragmented validity evidence | Many CS variables (e.g., Texture responses for dependency show modest validity). Only ~30% of CS variables have strong meta-analytic support. | | Time and training cost | Requires 50–100 hours of supervised coding training. R-PAS reduces but does not eliminate this burden. | | Cross-cultural issues | Norms derived largely from Western/European samples. Form quality tables may not apply to non-Western populations (e.g., certain common responses considered “fabulized” in some cultures are normative in others). | | Negative meta-analyses | The 1999 Gacono and Wood et al. critiques highlighted low effect sizes for many clinical variables in large samples. More recent work (Mihura, 2013) shows stronger effects for thought disorder but weaker effects for mood and anxiety. |

Sepanjang sejarahnya, Tes Rorschach mendapat serangan keras dari kalangan psikologi ilmiah (terutama aliran behavioristik): Sayangnya, Rorschach meninggal muda pada usia 37 tahun,

Namun, pendukung Rorschach membalas bahwa tes ini unggul dalam mendeteksi pemikiran tidak teratur (thought disorder) pada skizofrenia ringan yang masih bisa "berpura-pura normal" di wawancara biasa. Juga, Rorschach tetap paling efektif untuk memahami struktur kepribadian pada psikoterapi jangka panjang.